H-e-l-l-o Again!
Lagi seneng nulis, mari nulis sebanyak-banyaknya :)
Hari ini, gw akan tulis tentang "STEP BY STEP BATAK WEDDING"
"apa? Step by Step?"
"iya. step by step"
"ada berapa step?"
"BANYAAAAAK..."
Begitulah kira-kira untuk menggambarkan pernikahan adat batak.. banyak langkah yang harus dilalui sebelum hari H.. dan ada langkah2 lagi setelah hr H.. tapi karena gw belum di tahap setelah, jadilah gw bahas yang sebelum dulu :)
Pertama tentunya gw dan pasangan berteman dulu (berteman = pacaran), kami sudah berteman selama 4thn++, dan akhirnya pasangan mengajak untuk hubungan lebih serius.
Mulailah pasangan berbicara dengan orang tuanya lalu orang tua-ku..
Apabila kedua pihak orang tua OK, maka mulailah ke perkenalan antara 2 keluarga..
1. Perkenalan kedua orangtua --> di rumah pihak perempuan
Pertama sebelum ke tahap yang lebih jauh, kami melakukan perkenalan antara kedua orangtua. Orangtua cami datang ke rumah, ngobrol2 dan diakhiri dengan makan malam.
Di pertemuan ini lebih ke saling mengenal antara 2 keluarga aja dan belum ada omongan 'terlalu serius' antara ke 2 pihak :)
2. Marhori-hori dinding --> di rumah pihak perempuan
Selang beberapa bulan dari pertemuan antar-orangtua, dilanjutkan dengan marhori hori dinding. Apa itu marhori hori dinding? Jadi marhori dinding ini dalam bahasa Indonesia adalah "meraba-raba dinding"..
Pada step ini, pihak laki-laki datang ke rumah pihak wanita bersama keluarganya (orang tua-nya, bapatua-mamatuanya, amangboru-namborunya.. intinya keluarga inti dari pihak laki2) dan begitu juga di pihak perempuan bersama dengan keluarga inti.
Saat kami marhori-hori dinding, cami datang sekitar pukul 12.00 ke rumah gw, dan disambut oleh keluarga gw, diawali dengan ngobrol-ngobrol sebentar dan karena pas dengan jam makan siang, dilanjutkan dengan makan siang bersama (biar lebih akrab).. setelah itu dimulailah pembicaraan yg lebih serius (dan gw dan cami hanya duduk di halaman depan, biarlah para orang tua itu yang berbicara)..
Pembicaraan serius ini dimulai saat amangboru (dari pihak cami) mengatakan niat mereka datang untuk (istilahnya) meminang si perempuan.. apabila sudah ada persetujuan dari pihak perempuan mulailah dibahas mengenai pesta (kapan, dimana), pesta ada di pihak siapa, dan tentunya marhata sinamot.
Marhori dinding ini berlangsung 3 jam.. dan selama 3 jam itu aku dan cami dag-dig-dug apakah ini berjalan lancar, karena ada beberapa pesta yg tertunda atau mungkin batal karena tidak ada kata sepakat antara pihak pria & wanita.. Tetapi Puji Tuhan, acara MD ini berjalan lancar.. diputuskan pesta ada di pihak parboru (pihak perempuan), dan pesta akan diadakan tanggal 8 Maret 2014 di gedung Toton Baho, Pekayon-Bekasi dengan sinamot sebesar...... *rahasia yaaaaaa ;p*
(mungkin ada yg belum tau apa sinamot, jadi sinamot adalah harga atau uang beli yang diberikan paranak (mempelai lelaki) kepada parboru (mempelai perempuan) jika ingin menikah dalam adat orang batak.. atau bisa dibaca disini sinamot)
3. Marhusip --> di aula gereja HKBP Jakasampurna
Step ke-3 adalah marhusip, marhusip ini kami lakukan 3 bulan menjelang hari H. di marhusip ini acara lebih resmi, karena keluarga yang datang sudah lebih banyak (bukan hanya keluarga inti), dan saat marhusip keluarga pihak cami sudah membawa sipanganon (biasanya ini adalah kepala seekor PINAHAN LOBU atau babi yang telah diatur sedemikian rupa) dan pihak perempuan menyiapkan dekke (ikan), saat marhusip ke dua belah pihak juga membawa Raja Parhata..
Dimulai dari makan siang bersama dan dilanjutkan dengan pembicaraan antara ke-2 keluarga, biasanya yang dibahas disini untuk menegaskan kembali apa yang telah dibicarakan di marhori-hori dinding & biasanya ditambah dengan teknis saat hari H.. pas pembicaraan ini gw dan cami masih disembunyikan atau belum dikenalkan pada kedua keluarga.
Setelah pembicaraan selesai, barulah gw dan cami dipanggil untuk diperkenalkan ke masing-masing keluarga, tetapi sebelum itu biasanya Raja Parhata akan menyampaikan nasehat untuk gw dan cami yang isinya : "saat ini kami sudah dalam tahap serius, keluarga kami sudah tau tentang rencana kami, jadi kami tidak boleh main-main lagi saat ini, tidak boleh flirting (ini dlm bahasa gw) lagi, dan harus jaga kesehatan menjelang hr H"..
Setelah itu, gw dan cami dikasi uang "ingot-ingot" sebagai pengingat kami untuk acara ini, dan uang ini GAK BOLEH DIJAJANIN, peer banget yaaa.. :p
uang ingot2 sudah dibagikan dilanjutkan salam salaman, gw ke keluarga cami, dan cami ke keluarga gw...
untuk lebih lengkapnya bisa baca di marhusip.. :)
Setelah acara ini masih ada beberapa acara lain : MARTUPOL (ini akan dilakukan H-14 sebelum hr H, di bulan Feb 2014), MARTONGGO RAJA (dilakukan sehabis martupol), MASIBUA-BUAHI (dilakukan saat hari H sebelum ke gereja), PEMBERKATAN (di gereja), ACARA ADAT (di gedung), PAULAK UNE, MANINGKIR TANGGA..
masiiiih panjaaaaaaaaaaaaaaaaaang dan rumiiiiiiit sepertinya, tapi itulah seninya pernikahan batak :)
untuk tahap lainnya akan dilanjutkan di postingan selanjutnya, setelah gw melewati tahap itu yaaa..
Just ENJOY it :)
HORAS !
-erikaida-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar